Dari kejauhan Fatin memperhatikannya, sengaja mengetes Riko, meninggalkannya berduaan dengan Tia untuk membuktikan kesetiaannya dan memang benar kalau Riko benar-benar tidak ngomong sepatah katapun. Riko tetap cuek dan fokus memakan basonya. Fatin jadi lega. Dia percaya kalau pacarnya tidak akan menghianatinya dan akan selalu setia. "Sayang ini esnya. Maaf ya lama, kamu kepedesan yah?" tanya Fatin. "Ngga papa sayang. Makasih ya," ucap Riko sambil membelai rambut Fatin. Tia sadar diri, sepertinya cinta mereka sangat kuat dan tidak akan terpisahkan. Jadi sedikipun Tia tidak ada niatan untuk merebutnya dari Fatin. Biarkan saja, asal bisa dekat Riko saja Tia sudah merasa bahagia, apalagi kalau sampai Riko membalas cintanya. Sejak saat itu, Fatin sangat percaya dengan Tia. Apalagi Tia bukan

