Malam pun tiba. Fatin meminta ijin pada ayahnya untuk ikut dalam menghadiri acara party ulang tahun Kartika. "Pah ... boleh ngga Fatin ikut hadir di acara ulang tahun Kartika malam ini jam 7?" Kata Fatin. "Papah ngga akan ijinin kamu yah, paling ujung-ujungnya nanti kamu malah asik pacaran sama Riko." Mendengar perkataan ayahnya sesaat Fatin jadi pusing. Mungkin karena terlalu memikirkan nasib hubungan percintaannya dengan Riko. Jadi dia merasa drop sekali dan tidak enak badan. Kring ... Kring ... Bunyi ponsel Fatin tanda panggilan masuk. Itu adalah telpon dari Riko. "Halo sayang ... aku jemput yah ke rumah kamu?" Kata Riko melalui ponselnya. "Ngga usah Riko. Aku tiba-tiba saja ngga enak badan nih. Maaf yah aku ngga jadi ikut partynya. Kamu berangkat bareng Tia saja!" perintah Fatin

