Aku menghela nafas panjang, sebenarnya apa yang aku harapkan? bukannya Dave selama ini memang dingin dan kejam? ‘Hanya karena selama di rumah ayah dan ibu Dave bersikap manis, kau berharap Dave berubah dan berbalik mencintaimu Zea? kau terlalu naif’ maki ku dalam hati. Keesokan harinya aku bangun terlambat, mungkin karena aku tidur cukup larut karena menangis, hormon ibu hamil memang menyebalkan. Jika dulu seorang Zea disakiti seperti apapun pantang untuk meneteskan air mata, tapi sekarang? Aku melihat Dave sudah tidak berada disampingku, sepertinya dia sedang sarapan atau mungkin sudah berangkat kerja. Aku bergegas mandi dan berdandan seadanya saja, saat sarapan, Mom bilang Dave sudah berangkat ke kantor sepuluh menit yang lalu. “Sayang, jika masih sakit, jangan memaksakan diri untuk

