Yumi menepis tangan Efan. "Jangan sentuh aku." "Uh, galaknya," ejek Efan. Yumi tidak membalas Efan, perhatiannya dialihkan dengan makanan. Refan menatap jijik Efan dan Yumi. "Kalian berdua sudah menjadi mantan, berhenti melakukan hal konyol di depanku." Yumi menunjuk Efan dengan garpu. "Dia yang mulai." Efan hanya mengangkat kedua bahu dengan santai lalu menatap serius Yumi. "Aku benar-benar berterima kasih, berkat kau.." "Tidak perlu mengucapkan itu berulang kali, hanya kebetulan saja ide itu muncul." Yumi melambaikan garpu dengan santai. "Yah, sebaiknya pikirkan alat yang kau rusak semalam, para pelayan jadi kerja extra keras." "Tidak masalah, kita punya cadangan," ucap Efan dengan nada santai. "Kakek selalu punya cadangan." Yumi menaikkan salah satu alis. "Yah, seharusnya aku ti

