"Tersangka tertembak di bagian kepala, kemungkinan selamat kecil. Semoga ada keajaiban." John menghela napas panjang begitu mendengar laporan dokter. "Terima kasih." Setelah Joko berhasil memanggil ambulans, Efan menyuruh anak buahnya di Singapore untuk bawa John pulang ke Indonesia, disinilah John sekarang. Rumah sakit. Menunggu adiknya selesai operasi sepuluh jam. "Kau juga tersangka." John tersenyum sinis. "Tentu saja aku tahu, aku tidak bodoh. Adikku dimasukkan ke rumah sakit militer." Dokter menepuk lembut bahu John. "Peluru masih di otak, kami tidak berani operasi, hanya melakukan yang terbaik untuk menekan pendarahan. Kita tidak tahu yang terjadi ke depannya tapi..." "Tapi apa?" "Kemungkinan adik kau akan cacat." John menutup mata, sudah berulang kali selalu peringatkan adi

