Kepala Efan semakin sakit mendengar ceramah Yumi. "Kau datang ke sini hanya untuk ceramah?" Yumi balik badan, melipat kedua tangan di depan. "Aku diseret ke sini karena kepala pelayan khawatir pada kau." Efan melirik kepala pelayan. Kepala pelayan menegakkan tubuh, memasang wajah polos, tanpa merasa bersalah. "Kami semua khawair, Anda tidak makan dan minum seharian." Efan menghela napas, tatapannya beralih ke Yumi. "Apa yang bisa kau masak?" Yumi jadi gelisah begitu mendengar pertanyaan Efan. "Hanya masakan dasar." Efan menatap lurus kepala pelayan, menuntut jawaban. "Jadi?" Kepala pelayan tersenyum. "Tuan muda ingin makan? Nona tidak bisa masak hari ini karena teman-temannya datang, kita sudah mendatangkan private chef. Anda berdua bisa menikmati makanan olahannya." "Tidak," jawab

