3 | pergi keluar

1153 Words
"Tinkerbell!" "Frozen!!" "Tinkerbell aja" "Frozen aja" "Tinkerbell panooo" "Frozen rapaaa" "Tinkerbell b**o" "Frozen g****k" "Tinker--" "Lo berdua bisa diem gak sih?!" Bentak Regan pusing dengan Rafa dan Vano yang memperdebatkan film apa yang akan mereka tonton "Kagak" Jawab Vano dan Rafa barengan "Udah di bilangin Tinkerbell aja" Ucap Rafa "Dihh, bagusan juga Frozen" Balas Vano "Kenapa gak minion aja sih?!" Tanya Regan sebal "Minion itu yang mana, Van?" Tanya Rafa kepada Vano. "Yang kayak kapsul kuning, ada yang matanya satu." Jawab Vano. "Haram ga?" Tanya Rafa lagi. "Lu pikir apaan cuk? pake tanya haram ga." Sewot Regan "Dajjal." Ucap Rafa yang langsung mendapat toyoran dari Regan. "Ga haram. tersertifikasi halal oleh MUI" Sahut Vano. "Oh iya?! Kuy Van" Ajak Rafa "Kuylahh!?" Regan memijat pelipisnya yang tiba tiba terasa pening. Sementara Rey baru saja kembali dari dapur untuk mengambilkan cemilan_- ya mereka sedang berada di rumah Rey "Lo cocok dah" Celetuk Rey "Cocok apanya?" Tanya Regan "Jadi bapaknya mereka" Ucap Rey menunjuk Rafa dan Vano yang sudah asik menonton Film "Yang ada gue stress" Ucap Regan yang masih memijat pelipisnya "Lah, bukannya lo udah stress ya?" Tanya Rey polos "Bacot lo anjing" Umpat Regan sementara Rey hanya terkekeh "Lah emang gue salah?" Tanya Rey polos "Terserah lo, semerdeka lo aja" Jawab Regan kesal Suasana di kamar Rey kembali hening, hanya ada suara dari film yang diputar. Semuanya tengah sibuk dengan kegiatan masing masing Rafa dan Vano yang asik menonton fim, Regan asik dengan poselnya. ******* Rey pov Malam ini gue duduk di balkon kamar gue sambil main gitar biar kaya yang di novel novel itu tuh. Gue petik senar gitar_-yakali petik mangga, pohonnya aja kagak punya "Gue ngitung bintang aja dah, siapa tau jadi terkenal karna berhasil ngitung bintang" Gumam gue karena ia bingung tentang perasaannya dan juga ia sedang sangat kuker "Seratus dua belas, seratus tiga belas, sera--" Brak "Eh anjir" Kaget gue yang ternyata disebabkan oleh penampakan tiga onta "Lo ngapain dah kesini?" Tanya gue "Kita bosen ya gak" Jawab Vano "Yoi tuh kita bosen di rumah bang" Sahut Rafa yang kemudian bergelayut manja di lengan gue "Jijik njir" Ucap gue dengan terus menepis tangan Rafa yang semakin erat "Lo ngapain tadi Rey?" Tanya Regan "Ngitung bintang" Jawab gue "Faedahnya apa coba?" Tanya Vano "Ya siapa tau gue jadi terkenal karna bisa ngitung bintang" Jawab gue jujur "Semerdeka lo aja dah" Sahut Regan "Keluar yuk, gue laper, ntar gue traktir dah" Ujar Vano "Aaaa Abang Vano terbaekk!?!?" Pekik Rafa yang lalu memeluk Vano "Jijik njir" ****** Seorang remaja tengah bermain salah satu game online yang ada di ponsel nya tiba tiba ada ketukan pintu di ikuti teriakan yang melengking Tok tok tok "BANG KEO!?!" Cklek "Ngapain sih Key?" Tanya Keo setelah membuka pintu kamarnya "Keluar yok!? Key laper" Jawab Key "Lah emang mama kemana? gak masak?" Tanya Keo "Gak, mama sama papa lagi pergi ke pesta temen papa" Jawab Key "Lah Bertha ikut juga?" Tanya Keo "Nggak, lagi maenan di kamar gua" "Yaudah lo ganti baju dulu sono, Bertha gantiin juga bajunya. gue juga mau siap siap" Setelah berganti baju, Keo, Key, dan Bertha tentunya, pergi ke salah satu mall di Jakarta menggunakan mobil lamborghini hitam milik Keo "Langsung makan ato kemana dulu nih?" Tanya Keo setelah memasuki mall "Ke toko buku dulu ya?" Tanya Key yang di balas anggukan oleh Keo Setelah mendapat buku yang diinginkan, merekan keluar dan kembali menjelajahi mall "Makan di situ aja yuk" Ajak Key menujuk salah satu restoran "Yaudah" Putus Keo lalu masuk diikuti Key yang menggandeng Bertha "Bang gue pesen--" "Chiken burger ekstra selada" sahut Keo. Key cengengesan "hmm..minumnya--" "jus alpukat" sahut Keo lagi "Tau aja dah, emang abang terbaeklah" puji Key. Keo hanya memutar bola matanya lalu beralih menatap anak kecil di depanya "Berta mau makan apa hm?" Tanya Keo "Bertha mau ini" jawab bertha sambil menunjuk nasi goreng seafood di buku menu "Okee" jawab Keo sambil mengelus puncak kepala Bertha lalu memangil pelayan untuk memesan Rey Pov Malem ini karena ajakan para onta plus gue lagi bosen dan kuker akhirnya gue sama para onta ke mall. Kan mubazir kalo ada ajakan traktiran gak di terima Gue masuk ke salah satu restoran yang ada di mall yang pastinya diikuti para anak onta "Eh Rey, itu bukannya Keo ya?" Tanya Vano "Eh iya Keo" Sahut Regan "Sama cewe, sama anak kecil. Keluarga bahagia ya?" Tanya Rafa "Eh iya ya? Kok gue baru ngeh"ucap gue Gue penasaran siapa cewenya kalo dari badannya sih kok gue familiar ya? Tapi kalo siapa gue lupa. Tiba tiba tuh cewek nengok ke arah gue dan lo tau? Dia Key. Anak baru itu "Eh, itu bukannya Key ya?" Tanya Vano "Hmm" Jawab gue sekenanya Setelah makanan gue dateng, entah mengapa gue jadi gak nafsu makan, gue cuma ngaduk aduk jus mangga gue "Eh itu beneran Key?" Tanya Rafa "Hmm" Jawab gue "Key anak baru itu kan?" Tanya Rafa memastikan "Hmm" Jawab gue "Eh lu ngapa dah dari tadi ham hem ham hem kaya intro lagu nissa sabyan aja" Celetuk Vano "Eh itu kok Key sama Keo keliatan deket banget ya? Ada hubungan apakah gerangan? Mana bawa anak lagi, jangan jangan Keo udah nikah?" Tanya Rafa Gue noleh tu ke tempat Key duduk. Gue liat Key lagi di suapi sama Keo dan entah mengapa gue kesel liatnya "Eh, btw Keo udah cocok ya? Couple goals banget" Celetuk Regan yang makin bikin gue kesel. Mana sekarang anak kecilnya duduk di pangkuan Key, disuapin Key lagi keliatan deket banget "Kok gue kesel sih" Batin gue "Lu ngapa dah geleng geleng?" Tanya Vano "Lagi ikut Tahlilan" Celetuk Rafa yang langsung dihadiahi jitakan Regan "Mana ada tahlilan di restoran bambang" Ucap Regan "Adalah kalo di adain" Jawab Rafa di sela makannya Key pov Setelah makanan dateng Kok gue ngerasa suara yang familiar terdengar di telinga gue_-yakali telinga buat makan. Walaupun baru sehari pindah, tapi suara ini familiar banget mana nyebut nama Keo sama gue Yang gue denger sih ada empat orang, suaranya juga kayak pernah gue denger semua, tapi siapa. Gue muterin pandangan gue ke seluruh restoran dan menangkap penampakan empat onta di pojokan "Bang itu temen lu yah?" Tanya gue sambil ngarahin dagu kearah para onta. Bang Keo pun menoleh sekilas ke arah yang gue tunjuk tadi "Iya" Jawab Bang Keo "Mereka ngomongin apasih? Kok kaya ada yang nyebut nama lo?" Tanya gue, karna suaranya gak jelas dari tempat duduk gue "Tau ah, mungkin ngomongin kalo gue gantengnya ngalahin Manurios" Jawab Keo narsis "Dihh, narsis amat" Gue pun kembali menghabiskan makanan gue, sesekali di suapi Keo, karna gue penasaran rasa makanan Keo sekalian gangguin dia makan hahah Tapi kok kalo gue liat tu si Rey mukanya kesel, lainnya makan dia cuma diem maenin minumannya. Biasanya dia juga heboh tapi ini cuma diem diem bae, apa mungkin belom ngopi ya? "Ish!? Kok gue malah mikirin dia si" "Ada tahlilan?" Tanya Keo. Lah maksudnya apa coba? "Hah, maksudnya?" "Itu lo kok geleng geleng" "Yakali tahlilan di restoran"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD