"Kini, arah tujuanku antara kamu dan dia."—Aksa Delvin Arion. *** "Aksa! Beberapa kali di mata kuliah saya, kamu tidak fokus? Saya sudah tidak bisa lagi mentolerir kesalahan kamu. Persiapkan diri, karena kamu akan mengulang mata kuliah saya!" peringat Pak Hadi—Dosen Manajemen Pemasaran. Pak Hadi melanjutkan proses mengajarnya. Raut wajah Aksa tidak bisa diartikan. Sementara, Wahyu dan Dana saling mengerling, lalu mengedikkan bahu. Selesai kelas, Aksa keluar begitu saja tanpa mempedulikan Wahyu dan Dana. "Woi, Aksa! Yaelah, tuh, anak kenapa sih?" gerutu Dana memandang kepergian Aksa. "Kalau gue tahu, enggak mungkin gue nanya elu ogeb!" Wahyu menoyor kepala Dana. "Beberapa minggu terakhir, wajah Aksa kusut banget. Dan, seingat gue, Aksa enggak pulang ke rumah," kata Wahyu. "Lo tahu

