Mengambil Hati

1400 Words

Mengambil Hati Aku dan Mbak Leli sengaja meminta izin pulang cepat. Pukul setengah Sembilan malam, kami sudah berada di mall. Kami sudah bersepakat untuk mulai menurunkan bendera perang. Lawan yang kuremehkan ternyata tidak sepadan. Dia terlalu tinggi untuk dikalahkan. “Mbak Leli, kamu mau bikin apa?” tanyaku sambil menengok keranjang belanja yang ditentengnya. “Sepertinya mau buat bolu panggang, nanti dihias biar cantik! Ini beli bahan-bahannya yang premium semua! Masa mau ngasih istri bos beli yang biasa,” ujar Mbak Leli sambil menunjukkan bahan-bahan untuk membuat kue bolu. “Kalau Mbak Sesa mau ngasih apa sama Mbak Astri?” tanya Mbak Leli menoleh padaku. Keranjang belanjaanku masih kosong. Aku bingung karena memang gak pandai masak kue. “Saya masih mikir, Mbak Lel. Bikin apa, ya, b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD