Bab 28 Hubungan Sesungguhnya

1656 Words

"Silahkan!" Elif berjalan duluan ke teras yang diikuti Darius di belakang. Setelah sama-sama mendaratkan tubuh pada kursi kayu berwarna coklat itu, keduanya sempat sama-sama terdiam beberapa saat. "Maaf! Maafkan aku!" lirih Darius dengan wajah menunduk, tidak berani menatap Elif seperti biasanya. " Sudah kumaafkan. Asal jangan diulangi." "Segampang itu?" tanya Darius tidak percaya. "Ya dan asal kau tahu, sebegitu berharganya persahabatan kita dan dirimu sebagai teman untukku. Jadi, jangan kecewakan aku lagi, ya!" lugas Elif menyakinkan temannya itu sekali lagi. "Terima kasih. Aku malu dan merasa paling buruk sebagai manusia." "Manusia tempatnya khilaf. Tidak masalah selama mau menyesali dan sungguh-sungguh ingin berubah." 'Mulia sekali. Betapa beruntungnya orang yang bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD