Di waktu yang bersamaan, Elif juga teringat sesuatu. "Eum ... Mas, bagaimana mas bisa tahu lokasinya?" tanya Elif tiba-tiba. Ammar yang mengerti arah pertanyaan istriny, terdiam sesaat. "Itu ... mas memasang GPS di ponsel kamu." "Mas!" "Eum ... sorry kalau mas lancang!" Ammar menatap ke sana ke mari. Menghindari tatapan tajam Elif. "Terima kasih, ya." "Eh." "Terima kasih, karena kelancangan mas, aku selamat. Kalau tidak, entah apa ...." "Sstt." Ammar menyentuh bibir Elif dengan telunjuknya. "Tidurlah di sofa, kalau tidur sambil duduk seperti tadi tubuhmu akan pegal." Ammar menunjukkan sofa di sudut ruangan dengan matanya. 'Kalaupun aku menyuruhmu tidur seranjang, kamu pasti tidak akan mau,' sambung Ammar dalam hati. Dalam keadaan sakitpun, laki-laki itu masih bisa berpikir

