Bab 16 Masih dengan Alzam

1083 Words

"Percayalah, Kak! Sungguh, aku baik-baik saja." Ya. Alzam tidak lagi menemukan celah untuk mendebat. Elif tidak memberinya kesempatan sama sekali. 'Ya Tuhan sampai kapan aku harus memendamnya. Melakukan sandiwara untuk menutupi semuanya.' Alzam mendesah. Ingin sekali ia berteriak agar dunia tahu dengan jelas dihatinya. Terlebih wanita yang menurutnya tidak peka sama sekali. Tapi, lagi-lagi akal sehatnya menentang. 'Walau bagaimanapun, Elif istri orang, istri saudaraku. Sungguh, aku akan sangat rendah, jika sampai bertindak sejauh itu.' "Baiklah. Aku akan mencoba mengerti. Tapi, bolehkah jika sesekali aku mengunjungimu? Tante juga sangat merindukanmu." Hati Elif mencolos, saat mama mertuanya di sebut. Wanita baik itu, Elif juga sangat rindu terhadapnya. Tapi .... "Kak Alzam b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD