ep:1
Persahabatan antara Haidar Anam dan Sandi Rihata menarik perhatian Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa. Keduanya merupakan kuli bangunan di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad).
Anam tiba-tiba dihampiri dan diminta Andika untuk segera mendaftar masuk TNI.
"Pendaftaran sudah mulai belum?" tanya Jenderal Andika seperti dikutip dari channel YouTube TNI AD.
"Belum tahu pak," jawab Anam.
"Sudah, coba cek pendaftaran online kalau nggak salah Tamtama. Segera ya. KTP mana?" perintah Andika.
"KTP Cirebon Pak, siap Pak," ujarnya.
Setiap hari Anam berusaha bangun lebih pagi untuk berolahraga melatih fisik. Kemudian istirahat sebentar untuk mempersiapkan diri kerja menjadi kuli lagi.
"Nanti begitu istirahat cek ya, apakah sudah mulai pendaftaran onlinenya. Harus siap ya," kata Andika.
Meski Sandi memiliki keterbatasan fisik, tapi tak menghalangi persaudaraan dengan Anam. Ia begitu mendukung harapan Anam untuk bisa meningkatkan derajat keluarga.
"Sebelum bapak meninggal, bapak saya nitipin 'Jaga adik kamu, jaga ibu kamu'. Itu keingat terus. Makanya saya mau kerja," kata Anam sembari menangis sesenggukan, mengingat harus menghidupi 9 anggota keluarga di rumah.
Sandi begitu antusias mendukung sahabatnya untuk menggapai cita-cita jadi tentara. Setiap pagi, ia membangunkan dan berteriak memberi semangat.
"Saking si Anam pengen banget lari pagi, Sandi bangunin, 'Anam-Anam bangun itu sudah jam tiga'. Kata Anam inginnya sih lari bareng Sandi. Tapi Sandinya kan ini, nggak bisa lari. Ya sudah Sandi kasih support sama beri semangat saja. Ayo Anam lari, ayo, sambil teriak-teriak," papar Sandi semangat.
Bagaikan saudara sedarah yang tak terpisahkan. Tentu sebagai penyandang d*********s, Sandi kerap menerima ejekan. Tapi Anam dengan gagahnya selalu ada untuk membela sang sahabat.
"Kaya teman sejati yang benar-benar nggak mau dipisahkan itu. Ada teman yang menghina saya. Saya kan lagi berdua sama Anam. Terus si Anam langsung membela saya. 'Hei jangan hina Sandi, kalau berani hina Sandi. Berurusan sama Anam!'," ujar Sandi dengan ciri khasnya yang terbata.
Keduanya banyak menghabiskan waktu bersama. Sekedar duduk santai hingga bermain.
"Kalau main sama Anam, Sandi suka diajak ke saung di sawah. Tempatnya segar, untuk tempat curhat, Anam bisa langsung nyambung," imbuhnya.