Tia mengemasi seluruh pakaiannya ke dalam koper. Tangannya mengelus lembut perutnya, dia meratapi nasib bayinya akan sama dengan nasibnya. Kehilangan Ayah karena kekejaman pelakor. Ingatannya memutar apa yang baru saja dia lihat. Betapa Nicky begitu nyaman berasa di pelukan Rain. Perempuan itu tidak dapat menahan gemuruh dalam dadanya. Marah, sedih, benci bahkan jijik semua bercampur menjadi satu. Hal terakhir yang Tia masukkan ke dalam koper adalah sebuah frame berwarna senada dengan kamar Rain, dirinya dan Rain saat bulan madu di Khao Yai. Mungkin benda itu akan menjadi satu-satunya kenangan yang dia miliki selain bayi yang kini tumbuh di rahimnya. Matanya yang teduh menyisir ruangan itu dengan penuh kesedihan. Banyak kenangan terekam yang kini akan menjadi sesuatu yang tersimpan di da

