Episode Kelam

1543 Words

Seperti biasa, Rain selalu terbangun saat suara azan yang terdengar dari aplikasi berkumandang. Tia sudah bersimpuh di atas sajadah seraya bertilawah. Pria berkulit cerah itu segera bangkit dan berwudu. Tak banyak kata yang terucap dari bibir Tia, usai salat perempuan itu memilih untuk kembali bergelung dibawah selimut yang lembut. “Sayang,” sapa Rain. Tia menggeliat sedikit, dia berbalik sehingga posisi keduanya kini berhadapan. “Ya,” jawab Tia, tatapan matanya sendu. Firasatnya mengatakan ada yang tidak baik-baik saja. “Phom wan nii pai mai dai leew.” Rain berbisik, bola mata indah Tia dengan jelas mengambarkan kekecewaan saat mengetahui Rain tidak bisa pergi hari ini. “Kenapa kamu tiba-tiba tidak bisa pergi?” Air mata Tia menggenang di pelupuk matanya. Dia tidak mampu menyembunyikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD