Fahri tampak bimbang. Maksudnya, ia juga tak paham kenapa ia marah. Ia datang jauh-jauh ke sana memang hanya ingin tahu kenapa Una bersikap seperti itu. Karena ia merasa ada yang salah. Menurutnya, kalau memang Una serius, perempuan itu tak seharusnya pergi dan menyerah. Tapi ternyata alasan Una pergi justru jauh dari bayangannya dan ini semakin rumit. Ia bahkan tak pernah berpikir akan menjadi seperti ini. Fahri memejamkan matanya, kemudian mengusap wajahnya dan ia segera beranjak. Pasien masih membutuhkannya. Lebih baik ia fokus bekerja daripada mengurus perasaan yang sentimentil semacam ini. Ia juga tak paham apa rasanya. Rasanya campur aduk. Terlalu banyak kerumitan di dalamnya hingga sulit dimengerti. "Beneran dia jadi balas suka sama lo?" Satu-satunya yang tahu tentang kelanjuta
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


