Shirin dan semua tim penjualan mulai membereskan meja untuk bekerja,, mereka semua bersikap seperti biasa kembali supaya shirin tidak merasa terganggu dengan adanya situasi seperti ini.. Akan tetapi Kedamaian itu tidak bertahan lama,, tentu saja seorang aqila yang sudah sangat di kenal tempramen nya tidak akan membiarkan orang yang sudah merendahkan dirinya kemarin hidup dengan tenang di kantor ini.. Shirin melihat aqila berjalan mendekatinya dengan wajah yang seolah-olah merendahkan dirinya dan juga ada senyum mencibir di bibir aqila,, namun shirin tidak merasa terganggu atau bahkan takut apalagi minder dengan aqila.. shirin malah balik menatapnya tajam dengan wajah angkuh seperti sedang menantang,, hal itu membuat aqila dan gang nya semakin geram sekali.. Melihat aqila dan gang nya da

