Bila bicara soal jalannya hati, jangan heran jika rutenya begitu rumit. _________ Mengerjapkan mata beberapa kali, aku lantas membenarkan posisi kepala yang menempel pada permukaan bantal. Mencari letak paling nyaman, pangkalnya pandangan ini pun sukses menangkap sosoknya. Dia Ezio. Meringis kecil, aku baru tahu bila ternyata pria yang hobi memanjang raut tak terbaca, polah dewasa nan bijaksana ini mampu tertidur dengan sangat polos. Bahkan deru napas teraturnya begitu berirama. Aku kontan meringis geli. "Keberatan jika aku buka mata sekarang?" Suara berat jua dalam khas pria tiba-tiba merambat di udara, menarikku menuju ruang kesadaran. Sedang di hadapan wajahku, tampak Zio mulai melebarkan sebelah kelopak matanya. Begitu perlahan, hingga pangkalnya pandangan kami berhasil salin

