Dari semua hal buruk yang telah kulakukan sejak ayahku meninggal—merusak mobil, berkelahi saat mabuk—pikiran yang kurasakan saat ini adalah yang terburuk. Aku berdiri di atas Stella saat dia membentangkan selimut di atas pasir. Roknya compang-camping di mobilku, jadi dia hanya mengenakan celana dalam dan kemeja berkancing. Dan tidak ada satu pun yang dikancingkan, itu berkat kerja keras jari-jariku yang cekatan di mobil. Jadi dia berlutut, menata selimut dan payudaranya menjuntai di sana seperti buah yang terlarang. Penisku sangat tegang di dalam celanaku, tidak ada seorang pun di sekitar sini sejauh bermil-mil dan aku tidak bisa menahannya. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak berpikir tentang betapa mudahnya aku bisa menjadikannya milikku sekarang. Aku tidak perlu memaksanya. Dia su

