"Aku ingin bercinta denganmu," gerutunya di depan vaginaku sambil terus menjilatinya. "Lakukanlah," aku terkesiap. "Kumohon." Aku melakukan segala cara agar merasa lebih dekat dengannya. Pacarku. Penyelamatku. "Tidak, tidak bisa. Tidak boleh." Dia tampak berdebat dengan dirinya sendiri. Lalu dia berkata kepadaku, "Aku akan menyimpan dan mengumpulkan s****a yang banyak untukmu, Sayang. Jadi saat akhirnya aku menidurimu nanti, akan terlihat seolah-olah ada orang yang menumpahkan satu galon s**u di vaginamu." Dengan itu, dia mendekatkan bibirnya ke vaginaku, ke bagian yang sedari tadi dia jilati dan rasanya sangat luar biasa, dia mengisapnya dengan lembut, dan tanpa sadar punggungku melengkung, rasa nikmat menarikku masuk ke dalam pusaran kegelapan, vaginaku mengencang dan aku o*****e, oto

