Tristan menyuruh pengawal bersenjata menemuiku di lobi kali ini. Aku diantar ke lantai atas, dan tak ada yang diizinkan masuk ke dalam lift bersamaku. Aku tahu dia hanya ingin memastikan keselamatanku, tapi aku bertanya-tanya apakah dia tahu betapa hal itu membuat tubuhku terasa panas, dan betapa aku merasa dilindunginya. Aku hampir meleleh bersandar di dinding lift, mengipasi kulitku yang terasa seperti orang demam. Siapa pun yang bilang bahwa Tristan ingin menemuiku lebih dari sekadar hubungan badan, orang itu benar-benar ingin diserang. Kami tiba di lantai paling atas, dan aku mengikuti pengawal melalui kerumunan orang yang penasaran, para karyawan itu menatap dari meja mereka saat aku berjalan menuju ruangan bos mereka. Mengingat perintah Tristan sebelumnya, aku tidak melakukan kont

