Suara dering HP Erlangga membangunkan pria itu dengan paksa. Matanya masih setengah terbuka, dan tangannya pun meraba-raba meja di samping ranjangnya untuk menggapai HP-nya. Ia melihat nama yang tertera di layar HP-nya, 'mama'. Dengan segera ia mengangkat telepon itu. "Halo Ma?" Sapa Erlangga dengan suara sedikit parau. "Halo Ngga. Kamu baru bangun?" Tanya Bu Mirna di ujung telepon. "Iya," jawab Erlangga. Ia kemudian melirik jam dinding, sudah jam 12 siang! Mamanya pasti mengomelinya. "Ooh..." Berbeda dengan perkiraan Erlangga, ternyata mamanya hanya memberikan respon biasa saja. Ini pasti karena Erlangga sudah mau jadi anak penurut yang menerima perjodohan yang diatur oleh orang tuanya, begitu pikir Erlangga. "Maudy mana?" Tanya Bu Mirna kemudian. "Maudy?" Erlangga menoleh ke sampin

