Jarum jam di dinding ruang keluarga menunjuk angka empat sore. Cahaya matahari mulai meredup, berubah menjadi jingga keemasan yang menyinari debu-debu yang melayang diam di udara. Karla duduk di sofa, memeluk bantal sofa yang dingin. Tubuhnya sudah pulih sepenuhnya. Demam itu hilang, meninggalkan rasa lemas yang samar, seperti bekas luka yang sudah kering. Suara mesin mobil terdengar di luar lebih awal dari biasanya. Adrian masuk melalui pintu utama. Langkahnya tidak secepat biasa. Ia melempar tas kerjanya ke kursi samping, lalu melonggarkan dasi yang masih terikat longgar di leher. Ada lingkaran hitam tipis di bawah matanya yang tidak bisa sepenuhnya disembunyikan oleh pencahayaan ruangan. Sisa demam. Sisa malam tanpa tidur. Karla berdiri, ragu apakah harus bertanya tentang kesehatanny

