Leah tidak memiliki pilihan selain pulang ke rumah Jayden. Dia harus memohon pada Jayden agar tidak mengganggu perusahaan ayahnya lagi. Dia harus melakukan hal itu jika dia menginginkan biaya perawatan neneknya tetap berjalan dengan lancar. Rasanya enggan menapakkan kaki ke rumah pria itu tapi dia tidak memiliki hak untuk memilih. Leah memandangi rumah itu sambil menghela nafas. Pada akhirnya dia harus kembali. Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja. Dia harus memohon demi neneknya. Terserah pria itu mau melakukan apa, dia tidak peduli karena hidupnya memang tidak berarti. “Apa Jay ada di rumah?” Leah bertanya pada pelayan yang membukakan pintu untuknya. “Tuan sedang pergi, Nyonya.” “Apa sudah lama? Apa dia mengatakan sesuatu?” “Aku tidak tahu, Nyonya.” “Baiklah, terima kasih,” Le

