Lagi-lagi kepalanya berdenyut sakit. Leah memegangnya, menahan rasa sakitnya sambil menggertakkan gigi. Dia meringkuk di atas ranjang, menahan rasa sakit sendirian. Kepalanya bagai ditusuk-tusuk dengan ribuan paku. Semakin hari rasa sakitnya semakin sering dia rasakan. Dia sudah membeli segala obat sakit kepala. Namun, tidak ada yang manjur. Seharusnya dia melakukan pemeriksaan ketika berada di rumah sakit. Dia mengira apa yang dia alami hanya sakit kepala biasa tapi sekarang dia jadi ragu. Sebenarnya kenapa kepalanya sakit seperti itu? Sepertinya dia harus pergi ke rumah sakit. Mungkin Jayden mau mengantarnya meski mustahil. Leah mengambil obat penahan rasa nyeri, mungkin itu dapat sedikit mengurangi rasa sakitnya. Jayden berada di dalam kamar. Leah memberanikan diri untuk memangg

