Leah tersenyum ketika Jayden telah kembali. Dia telah menyiapkan banyak makan malam untuk suaminya dan dia harap Jayden mau menikmatinya. Walaupun dia sudah membayangkan apa yang akan terjadi, tapi dia tetap ingin melakukannya. “Selamat datang Jayden,” Leah menyambut dengan senyuman. Akan tetapi, senyumannya sirna ketika melihat sebuah perban berada di dahi Jayden. “Apa yang terjadi denganmu?” Dia segera menghampiri suaminya. “Berhenti di sana!” Teriak Jayden mencegah, “Jangan pernah mendekati aku lagi, jadi berhenti di sana!” Kecelakaan yang dialami pagi ini, sudah pasti gara-gara si pembawa sial itu. “Apa yang terjadi denganmu, Jayden?” Leah tak mengerti kenapa Jayden tidak ingin dekat dengannya. Padahal mereka sudah membuat kesepakatan. Hubungan mereka pun begitu baik tadi pagi. “J

