17

1433 Words

Malam ini Kamila tidak menginap di hotel, tapi di apartemen Jeno, sesuai permintaan Jeno. Lino langsung mewanti-wanti Jeno agar tidak keblablasan, karena belum resepsi, takut nanti tetangga jadi salah paham, kalau Kamila tiba-tiba hamil. "Iya Kakkk..." Jeno mendengus seusai mendengar ocehan panjang lebar Lino, sementara Kamila sedang sibuk mengemas barang-barangnya. Mata Lino memicing tidak percaya ke arah Jeno, membuat Jeno menghela napas panjang. "Harus apa gue biar Kakak percaya?" "Hhmmmm..." Lino malah memperhatikan wajah Jeno sambil meletakan kepalan tangannya di bawah dagu. Kamila tidak lama keluar dari kamarnya dengan menggeret kopernya. Jeno pun dengan sigap mengambil alih koper yang dipegang Kamila, jadi Kamila hanya membawa tas tenteng dan tas selempang. "Kak pergi dulu ya?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD