12

1851 Words

Dua tahun bukan waktu yang singkat, dan pertahanan Jeno pada hijrahnya tidak semudah itu. Apa lagi ia sendirian, berada di antara orang-orang yang berbeda dengannya. Ia menjadi minoritas di sini, jam kerjanya juga sering bentrok dengan waktu ibadah, yang tanpa sadar membuat ia akhirnya dengan perlahan melupakan semua itu, dan hanya terfokus pada pekerjaan. Padahal Jeno sudah berusaha mengatur jam kerjanya agar tidak bentrok dengan waktu ibadah, tapi tidak selalu bisa, apa lagi jadwal-jadwalnya selalu bersangkutan dengan banyak orang, ia tidak bisa seenaknya sendiri mengatur jadwal sesuai keinginannya, harus disesuaikan dengan jadwal orang lain juga yang akan bekerja sama dengannya. Lama-lama Jeno menjadi lelah sendiri, stress, dan jengah. Bip-bip-bip Tangan Jeno terulur dari dalam seli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD