19

2751 Words

Jeno membiarkan Kamila bercerita dari A sampai Z, tanpa menjeda. Ia hanya diam dan menyimak, untuk memberinya nasehat di saat mental Kamila sedang down begini juga tidak mungkin. Bisa malah membuat perasaan Kamila semakin berantakan. "Aku harus gimana coba? Kue dan segala macemnya gak ada yang berubah, pelanggan aja tuh emang gak suka sama aku." Gerutu Kamila. "Mereka kenal deket kamu aja enggak Mil, gak mungkin dong mereka tiba-tiba gak suka sama kamu." Balas Jeno. "Ya terus gimana?" keluh Kamila.               Jeno meraih tubuh Kamila, ia meletakan kepala Kamila pada dadanya, lalu memeluk tubuh gadis itu. "Mungkin di toko depan ada varian kue yang gak ada di sini. Jadi mereka ke sana, terus udah agak bosen sama menu di sini. Ya wajar dong itu mah, nanti juga lama-lama mereka ada bo

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD