Sambil menatap kedua belahan jiwanya tak terasa air mata Langit menetes, dia benar-benar tak percaya punya kedua baby mungil yang hadir di antara dia dan Bulan sungguh tak percaya mendapat rezeki sedemikian besar dan juag mendapat cinta yang sedemikian kuat. Langit bertekad tidak akan pernah berpaling, karena bukan hanya Bulan yang akan terluka tapi juga Mentari Guruh dan Guntur. Itu akan lebih berat buat Langit daripada Bulan terluka. Tiga kertas putih itu tak boleh dia gambar dengan kisah duka. Itu tekad Langit terhadap tiga anaknya. Langit menoleh pada ke ranjang tempat istrinya tidur. Bulan sangat lelah karena semalam tidak tidur dan sekarang sudah kembali malam, jadi dia biarkan istrinya kembali terlelap. Langit langsung mengambil wudhu, dia akan mengucap syukur di luar shalat waji

