‘Semoga Anda puas karena Anda menegur saya kemarin di toko buku, momongan saya yang adalah kebetulan pernah jadi keponakan kandung saya, sekarang masuk rumah sakit. Dia depresi kalau harus bertemu dengan anak lelaki Anda yang kebetulan adalah ayah kandungnya.’ ‘Momongan saya sangat depresi bila ketemu lelaki seperti itu. Bahkan di keluarganya sekarang semua berniat membunuh anak lelaki Anda karena telah membuat anak atau cucu mereka menderita.’ ‘Sekarang keponakan saya dan ibunya dua-duanya dirawat di rumah sakit akibat keponakan saya melihat Anda.’ ‘Bisa bayangkan? Hanya melihat saja dia langsung masuk rumah sakit karena depresi. Terlebih bila lelaki yang katanya ayah kandungnya menyapanya. Mungkin dia langsung mati karena kena serangan jantung!’ ‘Anak itu sudah sangat trauma terhadap

