“Om pernah dengar Mentari nggak suka kan panggil Om itu dengan panggilan OM. Bagaimana kalau Mentari panggil Daddy saja ya?” bujuk Langit. “Daddy nggak suka loh kalau anak Daddy teriak seperti itu. Daddy cuma sayang Mentari kok. Jadi Mentari harus percaya sama Daddy. Daddy cuma sayang Mentari. Kakak Runi itu keponakan Daddy, tapi bukan kesayangan Daddy, bukan anak Daddy,” Langit terus memberi afirmasi pada Mentari, sehingga akhirnya tubuh Mentari lama-lama tidak kaku. Tadi saat awal digendong tubuh Mentari sangat kaku, seakan menolak pelukan dan gendongan Langit. Saat ini tubuh itu sudah mulai melemah dan Langit menjadi cukup senang dengan perubahan tubuh Mentari itu. Berarti sudah tidak ada penolakan dari jiwa Mentari. “Makan es krimnya lanjutin ya. Nanti esnya cair nggak enak loh. Dad

