Jojo mengerjapkan matanya dengan cepat beberapa kali tanda tak percaya. Ia merasa kalau telinganya baru salah mendengar tadi. Sebentar….. sebentar… Ini masih Arissa kan? Ini masih Arissa yang sama yang sudah dikenalnya dari sepuluh tahun yang lalu kan? Ini masih Arissa yang dulu terkenal dingin dan tak terjamah itu kan? Yang paling anti dengan laki-laki kan? Sekarang? “Tinggal bersama??” Jojo balik bertanya dengan nada tak percaya. Bagaimana bisa? “Ceritanya panjang…” balas Arissa serba salah sambil menghela nafas panjang. Ia benar-benar malas kalau harus bercerita panjang lebar pada sahabatnya yang satu ini karena Jojo pasti akan membanjirinya dengan ribuan pertanyaan yang tak akan habis seperti air bah. Duh…. “Eh… mumpung kau sudah datang, ayo kita pergi sekarang ke panti asuhan

