Masuk Dalam Jebakan

1267 Words

Pukul 14.00, sudah saatnya menjemput Haydar. Kasihan bila Haydar menunggu jemputan terlalu lama. Tangan Mas Dandi yang masih melingkari tubuhku perlahan kugeser. “Mau kemana, Yang. Disini saja.” Mas Dandi semakin erat mendekapku. “Mau mandi, terus jemput Abang. Sudah jam dua siang, Mas. Kasihan kalau Abang menunggu terlalu lama.” jawabku segera. “Sebentar lagi, ya. Aku kok rasanya tidak bisa jauh dari kamu sih.” Mas Dandi membenamkan kepalanya di leherku. “Nanti masih bisa kita lanjutkan. Yang terpenting aku jemput Abang dulu. Mas tunggu dirumah saja. Jasmine sebentar lagi juga bangun.” jawabku lagi. Tiba-tiba Mas Dandi melepaskan pelukannya kemudian bangkit dari pembaringan. “Mas anter ya. Sudah lama kita ga keluar sama-sama.” lanjut Mas Dandi sambil melangkahkan kaki menuju kamar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD