Dua hari kemudian, toko kopi milik Adhista dan Diratama sudah rapih semua. Mulai dari tempat duduk, rooftop, tempat untuk merokok, dan dapur serta bahan-bahan dan cara penyajian nya. "Zak makasih ya bro, lo bantu banyak banget sih parah," ujar Diratama sambil memeluk Zaki. "Santai lah Tam, udah seharusnya gue bantuin lo berdua. Semangat ya Tam Dhis, semoga usaha lo berdua sukses. Gue balik dulu," ujar Zaki kemudian memeluk Adhista dan Diratama bergantian. "Oh iya, besok lo jangan lupa kesini ya Zak, ajak temen-temen lo. Promosiin biar rame ya, spesial buat lo besok gue bikinin kopi," ujar Adhista. "Nah bener tuh, besok jam tiga sore aja kali ya. Gue ada kelas soalnya. Dhis kamu ada kelas juga?" tanya Diratama kepada Adhista yang berada disebelahnya. "Besok aku free, yaudah besok aku b

