Ketika mobil sudah terparkir dengan rapih, Talita mengerjapkan kedua matanya. Baru pertama kali di dalam hidupnya melihat pembangunan proyek seperti ini secara langsung. Biasanya dia melihat hanya lewat saja, tidak memperhatikan secara detail. Dan sekarang, dia yang akan menghandle pekerjaan ini. "Mari Mbak Talita, kita turun." ajak Adi melihat Talita tidak beranjak sedikit pun dari tempatnya duduk. "Eh iya Pak." Talita baru sadar, ternyata hanya dirinya saja yang masih terdiam di dalam mobil. Orang yang tadi duduk di depannya sudah turun lebih dulu. Benar saja, Talita melihat Fikar sudah asik berbincang dengan seseorang. Tunggu, melihat lawan bicara bosnya, Talita merasa tidak asing. Saking tidak percayanya, Talita sampai mengucek kedua matanya. Dan dia mengerjapkan juga kedua matany

