16

1253 Words

            “Berhubung semuanya sudah berkumpul, ayo kita nikmati makanan ini terlebih dahulu,” Henderson membuka suaranya setelah Alea memilih duduk di sebelah Eliza. Ia memang sengaja mencari jarak terjauh dari Willy karena tidak ingin membuat jantungnya kembali berulah setelah ia menetapkan untuk membunuh perasaan apapun yang mulai berkembang di hatinya.             Suara garpu, sendok beradu dengan piring kaca yang memenuhi suara di atas meja bundar di ruangan privasi tersebut. Alea sendiri sama sekali tidak menyentuh makanannya karena Keylo selalu mengajaknya mengobrol tanpa menyentuh makanan itu. Alea juga dengan senang hati mendengarkan celotehan cadelnya. Ia merasa memiliki adik melihat Keylo yang tidak segan-segan padanya.             “Sayang, makan dulu,” tegur Eliza pada puter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD