Sebuah Gelang

1229 Words

Malam itu, Aruna nampak merintih kesakitan saat dia hendak hendak naik tangga. "Isssshhh, sakit banget." Keesokan harinya, suasana di mansion terasa berbeda — lebih tenang di permukaan, namun sesungguhnya menyimpan bara yang siap meledak kapan saja. Aruna, yang masih merasa canggung setelah kejadian di kandang, memilih membantu di taman belakang. Ia memotong bunga mawar dan menatanya di vas kecil, berusaha mengusir rasa gelisahnya. Dari arah lorong panjang yang dipenuhi lukisan keluarga besar Rafael, langkah sepatu hak tinggi terdengar mendekat perlahan. Angela muncul dengan senyum lembut di wajahnya, mengenakan gaun berwarna gading dan perhiasan berkilau di lehernya. “Oh, ternyata kau di sini, Aruna.” “Nyonya Angela…” Aruna berdiri cepat, hampir menjatuhkan gunting di tangannya. “Te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD