tiga puluh dua

1213 Words

Asyam menatap ponselnya lekat, menanti kabar yang memang tak akan pernah muncul sejak tahun lalu. Lockscreen dan Wallpaper Asyam masih sama. Fotonya bersama dengan Akya. Asyam ingin marah, Asyam ingin kecewa dan Asyam-pun ingin melampiaskan semua kekesalan dalam hatinya. Tapi, pada siapa? Olahraga judo Asyam pilih sebagai pelampiasannya. KRIIING KRIIING KRIIING SERTU DANUAR is Calling... Asyam langsung tersenyum membaca nama yang muncul di layar ponselnya. Tanpa menunggu waktu lama lagi, Asyam mengangkat panggilan itu dengan senyum di wajahnya. "Bagaimana?" Tanya Asyam to the point "Izin komandan. Anak Komandan Dzaki baik baik saja" Asyam menghela nafasnya lega, padahal Asyam tahu bahwa Akya akan selalu baik baik saja tanpa Asyam di sisinya. Tapi entah mengapa Asyam selalu merasa k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD