Gara-Gara Tanda Merah

1053 Words

“Eh, Om. Tadi itu …” ucap Andin. Sumpah malu banget. Jonathan menghentikan tawanya, tersenyum kearah Andin. Emang keknya seru banget kalau Andin sama Edo bisa tinggal satu rumah, jadi dia nggak ngerasa kesepian aja. “Udah, nggak papa. Lanjutin aja!” perintah Jonathan. Edo melotot, Daddy macam apa. Anaknya di siksa sama calon menantunya, ini malah di suruh lanjut. Dasar semua ngeselin. “Dad! Anak gantegnya di siksa malah nggak bantuin, suruh lanjutin. Gimana, sih!” kesal Edo. Jonathan tersenyum geli plus seneng juga, Edo udah mulai terbiasa dengan dirinya. “Lah, Anak Daddy yang ganteng ini, katanya pinter … perbarui tehnik dong, kalau pengen menang,” ucap Jonathan. Edo menghela nafas, ini dua kali dia kalah dari Andin, emang kata Daddynya benar, harus pakai taktik dan juga tehnik yang l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD