Sebenarnya kalau saja Esme bisa mengesampingkan rasa ketidaksukaannya atas apa yang pernah terjadi terhadap lelaki itu. Arthur memang sosok yang baik untuk menjadi seorang suami. Setelah melewati hari dengannya dan bekerja sama dalam pengurusan proyek, Esme menyadari bahwa pria itu tidak terlalu buruk. Dia cukup cekatan, tegas, punya wibawa dan setiap persoalan dapat dengan mudah dia pecahkan tanpa perlu melalui drama tidak penting terlebih dahulu. Selain itu Arthur juga memperlakukannya dengan setara ketika mereka bekerja di lapangan yang para bawahan tentu menyaksikan. Lelaki itu sangat professional dan kerap mempertimbangkan masukan dari Esme. Arthur juga berusaha membuat kencan-kencan mereka menyenangkan, meski selalu saja Esme berbuat ulah untuk mengacaukan segalanya tetapi pria itu t

