Pria Bodoh

1140 Words

“Jadi, bagaimana kau memulainya?” kata Esme. Kini mereka berdua sudah berpindah posisi dan duduk berhadapan di ruang tengah. Sekarang situasinya sudah jauh lebih tenang, dan Arthur berhasil mengenyahkan suasana membingungkan beberapa saat lalu dengan baik. Lelaki itu memandang Esme lekat-lekat sebelum memberikan jawaban. “Satu pertanyaan dan satu jawaban,” timpal Arthur dengan tenang memberikan keputusan. “Kalau begitu kau yang mulai duluan,” sahut Esme lagi. Dia menyilangkan kaki dan bersikap kembali menjadi dirinya padahal beberapa saat lalu wanita itu terlihat sangat rentan dan lemah. Dari situasi tadi, Arthur jadi punya pemikiran liar bahwa sebenarnya Esme bukanlah wantia yang belaian seperti yang dia sangka. Barangkali wanita itu hanya sedang berada di titik terendah dan menggun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD