Malam di kediaman yang Jhon tempati suasananya tampak begitu sunyi. Hanya terdengar suara gesekan dari kuas di atas kanvas di sebuah ruangan yang telah di sulap khusus untuk menjadi studio. Jhon tampak memfokuskan perhatiannya dalam setiap goresannya terhadap sketsa yang telah dia buat sebelumnya. Gambar tersebut adalah potret Esme yang dia coba lukiskan sesuai dengan ingatan terakhirnya. Pria itu tenggelam jauh dalam pemikirannya sendiri untuk mengingat setiap jengkal lekuk dan sudut tubuh dari wanita yang telah selalu mengisi ruang di hati dan pikirannya. Dia terus mencoba menuangkan semua hal yang dia ingat dan rasakan terhadap wanita itu dalam setiap tarikan kuasnya, mencoba membentuk ulang potret wanita itu dalam bentuk dua dimensi. Esme meninggalkannya saat itu dan itu menjadi luka

