Tidak lama, datanglah seorang perawat menghampiri mereka dan berkata jika mobil jenazah telah siap dan sedang menunggu aba-aba dari pihak keluarga untuk segera berangkat. Tetapi, perawat tersebut mengatakan jika mulut Clara terus mengeluarkan tetesan darah dan dia meminta kami untuk sering-sering membersihkan darah tersebut. Bibi May dan Alfred merasa heran dengan keadaan Clara tersebut, lalu bertanya pada perawat apa yang sebenarnya terjadi. Perawat tersebut mengatakan wajar jika seseorang yang baru saja meninggal mengeluarkan darah dari panca indranya. Setelah mendengarkan penjelasan dari Clara, mereka pun merapikan barang bawaannya. Setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal, mereka berjalan menuju ke ambulan yang akan membawa jenazah Clara ke rumah duka. “May, kamu bawal

