“I-i ... iya. Sejak kelas sepuluh aku sudah menyukaimu. Ini pertama kalinya aku menyukai seorang pria. Kau sangat istimewa di hatiku tentunya. Maaf aku membuatmu bingung, seharusnya aku tidak kemari. Kalau begitu aku pamit dulu,” jawab Emily. Emily berdiri dan mengambil tasnya, lalu saat hendak berjalan keluar dari ruang musik, Sam menghentikannya. “Emily, tunggu!” “Ya.” Emily menoleh pada pria itu dan menatapnya. “Umm ... bagaimana jika kita mencoba untuk menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih? Kau belum pernah berpacaran sebelumnya khan?” tanyanya. “Ah, apa kau yakin, Sam? Dan dari mana kau tahu jika aku tidak pernah berpacaran sebelumnya?” tanya Emily penasaran. “Ya, tidak ada salahnya jika kita coba berpacaran. Aku menebak saja karena setahuku kau gadis yang pendiam dan

