Curiga

1018 Words

"Lo gak perlu diet ketat lagi Din, sushi kan gak seberapa kalorinya." Seru Eric protes. "Gue lagi males makan Ric." "Lo sakit? Mau gue bawa ke dokter?" "Gak, gue gak papa, tadi siang gue makan masakan Bi Ningsih banyak banget, jadi masih kenyang." Mobil Eric berhenti di depan rumah Dinna. "Gue mau ngasih sesuatu." "Sesuatu?" Dinna mengerutkan dahinya, dia bukannya tidak suka. Tapi dia tidak mau memberi harapan lebih pada Eric. Dia orang baik dan Dinna bukan untuknya. Eric meraih sesuatu dari saku celana. "Nih." sebuah kalung dengan mata berlian putih di pusatnya, tergantung di tangan Eric. Mata Dinna terbuka lebar "Eric, gue..." "Terima aja, gue gak berharap apa-apa kok dari lo. Bisa kan paling nggak gue ngasih lo sesuatu?" Dinna tersenyum kagum, selama ini dia memang tidak per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD