Tubuh Rima bergetar ketakutan, meskipun ia menguasai ilmu bela diri, tetap saja rasanya menakutkan, karena ia dalam kondisi yang rapuh. Ia sedang tidak mengenakan pakaian lengkap. Sosok pria itu ke luar dari bayang-bayang cahaya dan berjalan mendekat ke arah Rima, sehingga ia bisa melihat wajah dari orang iu, yang ternyata seseorang yang Rima kenal. “Kenapa kau terlihat terkejut?, apakah karena yang datang aku dan bukannya Rudi?” Rima mengepalkan kedua tangannya di samping tubuh, ia menatap galak Andri, “Siapa yang mempersilakan kau masuk ke dalam rumahku?, kau menyelonong begitu saja, bagaikan seorang maling!” Andri berjalan dengan santai, dan semakin mendekati Rima, “Siapa aku menyelonong begitu saja. Aku sudah mengetuk pintu dan menekan bel pintu rumahmu, tetapi kau tidak ada tanda-

