--Happy Reading-- Zoya dan Aleandra masih dalam keada’an berduka, atas kehilangan Erix Angelo yang tidak wajar dan tidak terduga. Mereka selama ini tidak memiliki musuh yang nampak dalam penglihatannya. Namun, mengapa dengan teganya mengambil nyawa orang lain, di hari bahagianya tersebut. “Apakah selama ini Kak Erix memiliki musuh, Mih?” tanya Aleandra yang sedang menemani Zoya di kamar Erix. Zoya sedang merapihkan kamar sang putra untuk dia kenang masa-masa indah saat bersamanya. Derai air mata yang membasahi pipi mulusnya, seakan tiada henti-hentinya. “Sepengetahuan Mami sih, tidak. Tapi, selama beberapa bulan terakhir ini, putra Mami memang sering memenangkan tender, mengalahkan Perusahaan-perusahaan besar yang ada di kota Boston ini, sayang.” Aleandra nampak sedang berpikir.” Eem…

