--Happy Reading-- Di dalam kamar tamu. Semalaman, Bianca tidak bisa tidur nyenyak, rasa gelisah menghantuinya. Pasalnya, dia masih dilingkupi rasa bersalah kepada Almaher. Karena, dirinya tidak bisa beracting dengan baik. Namun, nasi sudah menjadi bubur, semuanya sudah tahu siapa dirinya saat ini. Hanya seorang asisten pribadi, bukan calon istri yang seperti dikatakan oleh Almaher Zilquin sebelumnya. Kedua bola mata Bianca menatap sendu foto-foto kebersamaannya dengan Almaher Zilquin di dalam gallery ponselnya. Ada lelehan air bening yang menetes jatuh di pipi, tanpa disadarinya. Dia telah kehilangan harapannya. “Maafkan aku, Tuan Maher. Maafkan, jika aku tidak pandai beracting.” Bianca masih memikirkan rasa bersalahnya, atas apa yang dia lakukan tadi siang. Dia pun segera menghapus

