"Mama mana?" Saat Renata sadar dari pingsannya, pertanyaan itulah yang langsung Ali dapatkan. Dia malas untuk menjawab tapi melihat raut khawatir istrinya membuatnya menghela nafas panjang dan mengedikkan bahu acuh. "Aku tak tahu." Renata terbangun meski sempat Ali tahan. Renata menatap suaminya tajam. "Kepala Mama berdarah dan kamu tidak mau tahu keadaannya?! Kamu keterlaluan!" Pekik Renata dengan satu tangan mencabut infus yang menempel di punggung tangan kanannya. Ali menahan pergerakan istrinya. Dia menatap istrinya tajam penuh peringatan. "Kamu baru sadar dan harus banyak istirahat!" Renata menggeleng. "Aku hanya pingsan dan kamu membawaku ke rumah sakit. Sadar, Ali! Seharusnya yang kamu bawa ke rumah sakit adalah Mama. Kepala Mama berdarah, sedangkan aku? Aku hanya pingsan dan

